20 May 2012
2
20 May 2012
アミ
read more
Little Crochet
![]() |
| little crochet by attic24 |
| little crochet by aminonikki |
mirip ga ya ? =D
tapi masih kurang keyring nya...:)
02 May 2012
5
02 May 2012
アミ
read more
Aceh Traditional Dance Performance~!
Celebrating the 16th anniversary
of Sanggar Seni Seulawet and the World Dance Day, The College Students from
IAIN Ar-Raniry held an event named Pi-AGAM (Piasan Aneuk Galak Meuseni). In
this event, Acehnese enjoy the performance of Aceh traditional dance, such as
Ranub Lam Puan, Likok Pulo, Rapai Geleng, Ratoh Jaroe, and many more…I came
there for watching the liqok pulo performance, I haven’t seen this dance in
years. Liqok pulo is an amazing dance and very well known in Indonesia even in
the world.
| liqok pulo performance |
This event was held in Unsyiah Tugu Field,
it’s free so that everybody could come and enjoy the event. I came with my
sista and my neighbours, we just walk to the location bcoz it’s not really far
from our houses. Unfortunately, we can’t follow the whole event bcoz we have to
return home b4 midnite. But, it’s not a problem for us though, we love it.
28 April 2012
2
28 April 2012
アミ
read more
Hokben~!
Alhamdulillah banget setelah beberapa tahun
ga makan hokben, akhirnya ada kesempatan makan hokben lagi, yay~! Maaf ya agak2
gimana gitu =D, maklum lah di Aceh kan ga ada hokben, jadi kalo ada yg ke kota
besar dulu baru bisa nitip. Ayuk kita makan hokben nya^^.
Paling suka sama tempuranya hokben, terutama
yang udang, hm, yummy~! =D. Ini udang koq bisa lurus gini ya digorengnya.
Biasanya kalo lihat di kondangan yang ada menu udang lurus gini, pasti cara
masaknya pake lidi kecil didalamnya, tapi tempura buatan hokben ini ga pake lidi
bisa lurus gini. Koq bisa ya? Karena agak2 penasaran, akhirnya dapat juga
rahasianya. Coba cek ini di dbento ini, ada dikasih tau cara masak tempuranya. Hm,
this is it J.
15 April 2012
7
15 April 2012
アミ
read more
Diary, Diary
Menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan buat saya. Nulis tentang apa aja yang sederhana, tentang perasaan, pemikiran, ide2, impian2, uneg2, pokoknya apa aja. dan bagi saya menulis itu ga harus yang ‘berat2’. Kebiasaan menulis saya ini dimulai dari menulis diari.
Ga ingat persis sejak kapan saya mulai menulis diari, mungkin sekitar SMA atau kuliah dan ga ingat lagi berawal dari mana kebiasaan menulis ini. Kayaknya karena pernah baca tentang hobi salah satu penulis Indonesia yang suka nulis diari waktu kecilnya atau karena saya ketemu buku dengan desain yang bagus menurut versi saya jadinya mulai nulis diari deh.
Udah sekitar lima tahunan lebih saya nulis diari dan saat ini saya cuma punya tiga diari. Hal ini menandakan kalo saya ga terlalu rutin nulisnya. Nulis kapan pengen aja. sejak punya laptop, jadi agak malas nulis tangan, jadinya lebih milih untuk buat file diari dan nulis di situ. Namun kendalanya ketika laptop rusak, filenya ikut hilang. Jadinya sekarang back to handwriting deh.
Ngomong2 tentang diari, sedikit yang saya tau tentang kebiasaan penulis Indonesia yang bisa dicontoh menurut saya, asma nadia seperti yang tertulis dalam bukunya, mengatakan bahwa dalam keluarganya biasanya ia mempunyai beberapa buku catatan hati, seperti catatan hati suami istri, catatan hati ibu dan anak. Buku2 itu merupakan salah satu cara bagi mereka untuk berkomunikasi. Karena terkadang, tidak semua hal sanggup kita katakan melalui lisan, namun ia dapat dengan mudah tertuang dalam tulisan. Begitu.
Selain itu, beberapa hari lalu, saya membaca sebuah postingan tentang money diary dan tertarik untuk mulai mempunyai catatan tentang finansial, harapannya siy supaya belajar lebih bisa dalam mengatur duit. hm, hopefully =D.
14 April 2012
01 April 2012
4
01 April 2012
アミ
read more
The Versatile Blogger

Well, dapat versatile award dari ai-chan. Hmm, cek di kamus, versatile itu artinya orang yang cakap dalam berbagai hal, so versatile award itu, award untuk blogger yang bisa nulis apa aja? begitukah? hmm… menjadi pertanyaan besar buat saya, am I really a versatile blogger? Rasa2nya tidak pantas untuk dapat award ini (_ _)!
Tapi ya, karena udah dikasih, saya terima dengan sukarela^^. seperti biasa, kalo udah award2an pasti ada aturan yang mesti dipenuhi…dan (lagi2) harus nulis tentang diri. Nah, karena ada beberapa postingan yang cukup mendeskripsikan tentang diri saya, maka, saya cuma nge-link postingan2 yang udah pernah saya publish…*malas mode on =D*, ini dia!
25 March 2012
10 March 2012
3
10 March 2012
アミ
read more
Cinta yang Terlambat
Info
Buku
Judul:
Cinta yang Terlambat
Pengarang
: Dr. Ikram Abidi
Penerbit:
Pustaka Hidayah
Tebal:
523 halaman
Judul
asli novel ini adalah Hijaab Waali, sebuah novel tentang hijab menurut
saya, juga tentang filosofi cinta dalam Islam. Tertarik untuk membeli buku ini
waktu blogwalking dan baca review2 novel ini. Banyak yang bilang bagus, terlebih
lagi ketika membaca kata2 yang tertulis di cover novelnya, begitu mengesankan:
Sebagian orang berharap dapat menikah dengan laki-laki yang mereka cintai, Doaku sedikit berbeda: Aku dengan rendah hati memohon kepada Tuhan agar aku mencintai laki-laki yang aku nikahi.
Seperti
yang saya bilang tadi novel ini adalah novel tentang hijab, tapi ia juga romance
novel. Sisi romancenya terdapat pada cerita pernikahannya Aariz dan
Zeest. Zeest, seorang wanita shalihah, pemakai hijab, yang berupaya menjaga
kemurnian cintanya hanya untuk suaminya, Aariz. Walaupun disaat yang sama, Aariz
tidak senang dengan Zeest karena hijabnya dan hati Aariz telah terpaut wanita
lain. Sisi tentang hijabnya adalah terletak pada tokoh Zeest, seorang wanita
pemakai hijab yang selalu menyandarkan perilakunya sesuai dengan tuntunan
agama. Menurut saya, tokoh Zeest ini digambarkan dengan sangat sempurna, dari
akhlaknya yang begitu baik, anak yang berbakti, cerdas, pintar masak, tenang,
begitu penyabar, pemaaf, cantik, …hal2 ideal yang yang harus ada pada diri
wanita digambarkan pada tokoh Zeest ini. Berikut ini beberapa petikan dari
novel tersebut:
Tentang kehidupan
Ingatlah, kala kau bersedih karena tidak mendapatkan apa-apa, Tuhan memiliki suatu rencana yang lebih baik
Sewaktu sesuatu terjadi padamu, baik atau buruk, renungkanlah apa maknanya itu. Ada suatu tujuan pada semua kejadian dalam hidup, untuk mengajarmu bagaimana cara tertawa lebih banyak atau cara tidak menangis terlampau keras.
Jika anda ingin hidup sempurna, itu memang menggiurkan, tetapi Anda harus menolaknya, sebab itu tidak lagi akan memberi Anda pelajaran apapun
Bila seseorang membencimu, bukan berarti kamu membencinya pula.
Jika perbuatan seseorang buruk karena alasan tertentu, kita tidak boleh bereaksi dengan cara yang sama, sebab dengan berlaku demikian, kita akan meletakkan diri kita pada tataran yang sama.
Ada kalanya, pengalaman yang tidak mengenakkan berubah menjadi menyenangkan akhirnya. Ada kalanya kejadian2 dan peristiwa2 yang tak diharapkan semakin mendekatkan orang daripada sebelumnya.
Tuhan senantiasa memberikan anugrah yang terbaik-Nya kepada orang2 yang memberikan pilihannya kepadaNya.
Saat kamu melakukan kesalahan terbesar, sesuatu yang baik muncul darinya.
Ketika kau merasa sedih karena kamu belum mendapatkan apa yang kamu inginkan, duduklah diam2 dan bergembiralah, sebab Tuhan tengah merencanakan sesuatu yang lebih baik untuk diberikan kepadamu.
Tentang Cinta
Sebagian pemikiran lebih baik tetap tak terucapkan, sebagian perasaan lebih baik tetap disimpan, tapi cinta mempunyai cara mengungkapkan dirinya kendati dengan diam.
Jangan pernah menangisi siapapun yang tidak mau menangisimu. Menangislah hanya bila dia benar2 patut mendapatkan air matamu.
Perasaan tidak harus diucapkan dengan perkataan, bila kamu mencintai seseorang, perasaan dapat menjelaskannya
Cinta adalah menerima seseorang dengan segala kekuatan dan kelemahannya
Begitu kamu menerima seseorang sebagaimana adanya, ia akan memberi kejutan dengan menjadi semakin baik daripada yang pernah kamu duga.
Kamu tidak bisa membuat orang mencintaimu, yang dapat kamu lakukan ialah menjadi seseorang yang dapat dicintai, selebihnya terserah orang itu untuk menyadari nilaimu.
Tentang Hijab
Akar kata hijab adalah hijaba, sebuah kata Arab, dan itu artinya: menyelubungi, menutupi, melindungi, menaungi, menyembunyikan, menjadikan tidak kelihatan, tidak tampak, menyamarkan, menopengi, menghindarkan dari pandangan, menutupi rapat, menjadi tersembunyi, menjadi samar, menjadi tidak tampak, menghilang dari pandangan. Hijab juga bermakna perasaan malu. Hijab adalah perisai, ia adalah ketakwaan.
Kaum perempuan adalah permata, perhiasan yang tak ternilai, semakin bernilai suatu barang, semakin rapat kita menyimpannya dan ia tidak dipertontonkan kepada setiap orang atau orang2 yang mengunjungi kita.
Sebagai seorang istri Muslim, aku tidak boleh keluar rumah tanpa seizin suami
Hijab laki2 ada pada ‘mata’ mereka, sebagaimana Allah perintahkan laki2 maupun perempuan agar menundukkan pandangannya.
29 February 2012
0
29 February 2012
アミ
read more
Granny Square Scarf~!
nyoba2 buat syal dengan model granny square,
dan ini hasilnya :)
benangnya warna warni dengan tema autumn
cocok buat dipake di musim gugur
mungkin bakal dipake pas autumn di aceh..:))
btw, pola granny squarenya dapat dilihat pada gambar dibawah ini,
![]() |
| granny square pattern |
syalnya itu sendiri ada 14 biji granny square
yang disambung dengan cara single crochet
Mengenai jumlah granny squarenya,
bisa disesuaikan aja dengan selera dan benangnya juga pastinya.
10 February 2012
4
10 February 2012
アミ
Teman : hey, datang ya ke nikahan kakak ku
read more
Barakah Itu..
![]() |
| doa pernikahan |
Teman : hey, datang ya ke nikahan kakak ku
Aku :
Oh, boleh ni..makan2..hehe
Teman :
datang ke kondangan niatnya koq makan2?, niatkan datang untuk ga sekedar
makan2, tapi juga mendoakan..
Aku :
Ooo, ada doanya ya? Mau donk..
Teman : iya, ini doanya, Baarakallaahu laka, wa baarakallaahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma
fii khaiir....
Aku :
dihafal dulu yak, thanks..^^
***
Well, cerita diatas, cerita waktu sma, dimana
sahabat saya mengajarkan sebuah doa barakah pernikahan. Dan Alhamdulillah dari
situ jadi sedikit mengerti bahwa tujuan datang ke kondangan ga sekedar untuk datang
aja, kasih kado, makan2, nampain muka, salam, ucap selamat ke pengantinnya,
tapi ada yang lebih penting yaitu mendoakan keberkahan pernikahan mereka.
Sering kita mendengar ucapan selamat dari
orang2 agar pasangan pengantin itu bisa membentuk keluarga sakinah mawaddah
warahmah, atau ucapan “selamat ya udah nikah”, “moga banyak anak ya”, “moga
langgeng sampe kakek nenek”..dan banyak lagi, salahkah dengan semua itu ucapan
baik itu? Untuk tahu tentang hal ini, agak banyak saya ambil tulisan Salim A.
Fillah dalam bukunya Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim dalam Bab Barakah J. Cekidot.
Ada
kegundahan besar dalam diri ‘Uqail ibn Thalib, sang pengantin, ketika mendengar
kawan2nya berdoa, “semoga bahagia dan banyak anak!” mudah2an sama dengan
kegundahan kita ketika mendengar doa “selamat menempuh hidup baru, semoga kekal
dunia akhirat!” atau doa, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah
warahmah..Lho apa yang salah? Doa2 ini semuanya berisi harapan kebaikan. Apa
yang salah?
Kisah
‘Uqail ibn Thalib ini berujung sebuah sunnah yang sangat indah. Sebuah
pelajaran, sebuah doa. Sebuah tuntunan tentang bagaimana selaiknya kita
mendoakan orang yang menikah. Berkaitan dengan pembicaraan kita tentang
barakah, inshaallah ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga.
“Janganlah
kalian berkata demikian, karena sesungguhnya Rasulullah telah melarangnya” kata
“Uqail. Lalu bagaimana? Apa yang harus diucapkan? “Ucapkanlah”, sambung ‘Uqail,
“Baarakallaahu laka, wa baarakallaahu ‘alaika, wa jama’a
bainakuma fii khaiir..” Semoga
Allah karuniakan barakah kepadamu, dan semoga Ia melimpahkan barakah atasmu,
dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan.
Perhatikan
kata yang di italic, sesungguhnya bentuk gabungan preposisi+nomina la+ka
(kepada+mu) memiliki arti siratan yang berbeda dengan ‘alai+ka (atas+mu).
Yang pertama memberi siratan bahwa barakah kita harapkan pada hal2 yang kita sukai,
sedangkan yang kedua memberi pengertian bahwa barakah itu juga kita doakan
senantiasa ada dalam hal yang tidak kita sukai. Yang satu bersumsumkan hal2
yang ‘baik’, dan yang lain membawakan makna hal yang ‘buruk’.
Secara
garis besar, hidup ini isinya ya hanya dua yang tadi kita sebut: yang
kita sukai dan yang tidak. dan yang pasti, dua2nya ada. Kadang seiring, ada
kalanya bergantian, dan berselang seling. Dalam pernikahanpun demikian. Ada saat,
ada waktu, ada kala, ada kondisi, ada hal, ada keadaan, semuanya bisa dalam
konteks disukai dan tidak. tetapi dalam hal apapun itu, disukai atau dibenci,
menyenangkan maupun memprihatinkan, melahirkan tawa atau tangis, membuat gelak
maupun isak, kita senantiasa berharap ada barakah. Kita berdoa, baarakallaahu
laka wa baarakallahu ‘alaika, dan kita tutup dengan, “Semoga Allah himpun
kalian berdua dalam kebaikan.”
Sejatinya, apa itu barakah? Sepertinya ia begitu penting, begitu menyita prioritas.
Seperti itulah barakah. Seolah ia merangkum aneka harapan, yang sejatinya
berujung kebaikan. Bahagia, banyak anak, hidup yang baru, kekal dunia akhirat, sakinah
mawaddah wa rahmah. Itu semua harapan. Tentang bahagia dan banyak anak
misalnya, memilih calon pasannganpun kita diperintahkan untuk memilih yang
penyayang lagi subur, karena Rasulullah akan berbangga dengan banyaknya jumlah
ummatnya di hadapan ummat2 lain pada hari kiamat. Tetapi, ada yang bahagia hanya
di dunia saja. Ada yang banyak anak justru menjadi fitnah. Ada yang
kehidupannya yang baru bukan semakin dekat, tetapi semakin jauh dari Allah. Ada
yang kekal berpasangan dunia akhirat, tetapi abadi menggelegak di jahannam, seperti
Abu Lahab dan istrinya. Na’udzubillaahi min dzaalik..
Jadi,
apa yang menjadi perangkum, pengikat semua kebaikan dan kebahagiaan itu, agar
benar2 menjadi kemuliaan? Apa yang membuat banyak anak dan kehidupan baru
menjadi bermakna? Apa yang membuat sakinah, mawaddah, dan rahmah jauh
lebih bernilai dari sekedarnya saja?
Barakah.
Ya, barakah. Dan kita bertanya2, apa itu barakah. Sederhananya, barakah adalah bertambahnya kebaikan dalam setiap kejadian yang kita
alami waktu demi waktu. Ketika Allah
mencintai hambaNya, maka ia berkenan membuat hati sang hamba begitu peka. Saat ditenggelamkan
dalam lautan nikmat, ia peka dan tidak pernah melalaikan satu kata. Syukur. Lain
sisi, disaat Allah juga mengasahnya dengan gelombang musibah yang bertubi2, dia
tidak melupakan satu kata. Sabar.
Barakah
adalah keajaiban. Keajaiban yang hanya terjadi pada orang beriman. Jadi, yang dicinta
disisi Allah tak selalu mereka yang senantiasa tertawa dan gembira. Sebagaimana
bukan berarti dibenci Allah jika senantiasa merasakan kesempitan. Di dalam
sebuah pernikahan, barakah menjawab, barakah menjelaskan, menenangkan, dan
menyemangati. Bahwa apapun kondisinya, kemuliaan di sisi Allah bisa diraih.
Telah
begitu panjang pembicaraan kita tentang barakah, afwan. Maafkan saya. Tentu
yang lebih berharga saat ini adalah, bagaimana kita meraih barakah itu. Bagaimana
agar dalam kondisi apapun, kapanpun, dimanapun, nafas2 kita adalah hembusan
keberkahan, detik2 kita dihitung sebagai kebaikan, sebagai pahala. Bagaimana? Dimana
kita harus mencari barakah itu?
“jika
sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan
bukakan atas mereka pintu-pintu barakah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya” (Al A’raaf 96)
Shadaqallaah…kunci barakah itu ada pada keimanan dan
ketakwaan. Keimanan yang meyakinkan kita untuk terus beramal shalih menurut apa
yang telah dituntunkan Allah dalam tiap aspek hidup, semuanya. Dan ketaqwaan,
yang mengisi hari2 kita dengan penjagaan, kepekaan, dan rasa malu bahwa kita
senantiasa dalam pengawasan Allah. Dan jika hidup ini terasa menyiksa, kita
merasa semakin jauh dengan Alah..mari, mengajak diri kita untuk berkaca. Barangkali
ada nikmat Allah yang kita kufuri. Barangkali ada karunia yang kita dustakan. Atau
mungkin ada ayat-ayatNya yang kita permainkan. Astaghfirullaah. Astaghfirullaahal
‘Adhiim..
Wahai jiwaku yang mendamba barakah dalam
pernikahan sebagaimana saudara2mu telah mendoakan.. wahai diriku yang merindu
detik2 kebahagiaan dan kedekatan dengan Allah..inilah saatnya. Inilah waktunya
untuk menggapai pernikahan yang barakah itu. Jika engkau belum menikah, ada
kesempatan untuk mempersiapkan dan ada waktu untuk menata hati. Dan jika Engkau
telah menikah, tiada kata terlambat untuk mengisi hari2 kedepan dengan
perbaikan. Karena kita tak boleh berhenti belajar, dan tak terkenan istirahat
untuk terus memperbaiki diri.
~teruntuk teman2ku,
adin, chandra, munan, ipan-ulfa, dan lia
serta
semuanya yang telah menggenapkan setengah
dien,
Baarakallaahu laka, wa baarakallaahu ‘alaika,
wa jama’a bainakuma fii khaiir..
wa jama’a bainakuma fii khaiir..
![]() |
| wedding card |
“Semoga Allah memberi barakah kepadamu (dalam
suka) dan semoga Allah memberi barakah atasmu (dalam duka), dan semoga Ia
menghimpun kalian berdua dalam kebaikan.”
(HR. Sa’id ibn Manshur) dinilai Sahih
Subscribe to:
Posts (Atom)





